fendihamed91_main_Blog1_1x1_as

Sunday, January 3, 2016

Banda Aceh

Akhir tahun merupakan waktu yang begitu aku nanti-nanti. Bukan karena perayaan tahun baru yang membuat aku begitu antusias dalam menanti akhir tahun. Tetapi ada satu  momen yang mungkin tidak akan pernah aku lupakan sampai kapanpun. Momen itu bernama peringatan gempa dan   tsunami Aceh.
Tidak terasa waktu mengalir begitu cepat, 11 tahun yang lalu tepatnya tanggal 26 desember 2004 Aceh benar-benar hancur porak poranda tidak menentu. Aku menjadi anak yatim piatu, kedua orang tuaku hilang bersama puing-puing bangunan yang tersapu bersih oleh derasnya air laut pantai barat selatan Aceh itu. Jenazah kedua orang tuaku entah kemana, rumahku hancur rata dengan tanah, sekolahku yang  tinggal hanyalah  nama, benar-benar sebuah keadaan yang membuat aku hampir putus asa.
Meski pahit, bencana dahsyat itu bukan untuk diratapi. Banyak hikmah yang Tuhan berikan melalui bencana alam  tersebut. Perdamaian  pertingkaian antara RI dan GAM menjadi salah satu contohnya. Seandainya Aceh tidak damai dari perang saudara itu, akan banyak tempat-tempat wisata di Aceh yang akan terabaikan begitu saja.
Hari ini kalender tepat pada tanggal 26 desember 2015. Sudah menjadi tradisi bagi rakyat Aceh pada setiap tahunnya untuk memperingati gempa dan tsunami tersebut. Aku sebagai putra asli Aceh dan juga seorang korban bencana tsunami rasanya tidak begitu lengkap jika aku tidak mengenang bencana itu.
Aku bergegas memasukkan baju  kedalam  ransel yang berukuran sedang dari lemari kecil yang berdiri disudut kamarku. Tujuanku hanya satu, aku ingin sekali berkunjung ke Banda Aceh meski jaraknya lumayan jauh dari kampungku dibagian Meulaboh. Banda Aceh akan menjadi tempat yang tepat bagiku untuk mengenang bencana besar itu. Aku mengambil sepeda motor putihku yang terparkir rapi di halaman rumah, aku memacunya gagah dengan ransel menempel indah di punggungku. Aku mampir sejenak di SPBU Calang  untuk mengisi bahan bakar kendaraanku.
Butuh waktu 3 jam perjalanan untuk sampai di ibukota provinsi Aceh tersebut. Jalanan luas terbentang bebas dari lobang membuat sensasi perjalanan darat begitu menyenangkan. Pemandangan indah pantai Aceh begitu memanjakan mata. Bukit-bukit kecil menanjak dikelilingi perkebunan duren terasa sangat sejuk. Ditambah lagi dengan pesona indahnya pemandangan laut dari atas gunung gurutee membuat perjalanan begitu singkat.
Tak terasa aku akhirnya sampai juga di kota Banda Aceh. Jam sudah menunjukkan pukul 2 siang, aku memutuskan untuk melaksanakan shalat zuhur di Masjid Ulee lheu Banda Aceh. Masjid itu menjadi salah satu saksi bisu begitu kerasnya hantaman ombak besar yang menelan ratusan ribu jiwa itu.
Suasana di Masjid yang pernah dikunjungi oleh mega bintang  sepakbola Cristiano Ronaldo itu begitu tenang, aku sangat menikmati menjalankan salah satu kewajibanku sebagai seorang muslim disana.Setelah melaksanakan shalat aku bergegas keluar. Jalanan didepan bagitu padat, banyak orang hilir mudik memasuki gerbang menuju pelabuhan penyebrangan Banda Aceh – Sabang.
Aku menatap ke arah kuburan massal yang berjarak sekitar 150 meter dari Masjid Ulee Lheu. Banyak orang keluar masuk ke komplek makam massal korban bencana alam gempa dan tsunami tersebut. Aku melangkah menuju kesana. Sengatan panas sinar matahari tidak aku hiraukan, langkah kakiku begitu bersemangat untuk sesegera mungkin sampai disana. Sesampai di komplek makam tersebut aku hanya menatap dengan tatapan kosong ke arah hamparan luas tanah yang sudah ditumbuhi rumput itu. Mulutku terbungkam, mata aku sudah mulai berkaca-kaca. Aku terduduk diam diatas tembok yang roboh sisa tsunami sebelas tahun yang lalu. Aku benar-benar tidak bisa menahan diri, aku menghusap air mata yang mulai jatuh membasahi kedua pipiku. Sebisa mungkin aku menyembunyikan perasaan sedihku agar tidak dilihat oleh orang-orang yang sedang berdo’a dimakam itu. Aku bangun dari dudukku, aku tidak sanggup menahan sedih, aku pergi keluar mengambil sepeda motorku.
Aku menancap gas lagi, tujuan aku berikutnya adalah satu komplek perumahan yang terletak di tengah-tengah kota Banda Aceh. Disana terdapat sebuah kapal apung pembangkit listrik besar, mungkin bagi orang yang pertama sekali melihatnya akan terlihat aneh, sangat sulit dipercaya. Bagaimana mungkin kapal sebesar itu bisa berada ditengah-tengah pemukiman warga. Tetapi sekarang semua nampak nyata, kapal yang tadinya bersandar di pelabuhan Ulee Lheu itu terhempas kurang lebih 3 kilometer dari posisi awal dia berada disaat tsunami tiba.
Kapal yang berbadan besar kini sudah disulap menjadi objek wisata tsunami oleh pemerintah kota Banda Aceh karena tidak ada cara untuk membawa kapal itu kembali keposisi awal dia berada di pelabuhan Ulee Lheu.
Disekitaran kapal apung tersebut terdapat taman yang begitu indah, didalam taman tersebut terdapat jalan yang terbuat dari susunan papan, diujung jalan terdapat sebuah tembok besar tempat ditempelnya foto-foto kenangan ketika Aceh masih porak-poranda karena tsunami. Di bagian depan pintu gerbang masuk komplek kapal apung terdapat sebuah tugu jam berukuran lumayan besar yang dibuat seolah-olah sedang digulung oleh ombak besar. Jarum pada jam tersebut menunjukkan pukul delapan kurang lima menit. Angka delapan kurang lima menit itu merupakan detik-detik terjadi tsunami di Aceh. Disamping tugu itu terdapat jalan gantung yang di tompang dengan besi untuk akses menuju ke atas kapal apung. Dari atas kapal apung kita bisa melihat setiap sudut kota Banda Aceh dari ketinggian, hamparan lautan luas juga begitu memanjakan mata, museum tsunami karya  Ridwan Kamil walikota Bandung juga terlihat begitu mewah di dekat taman kota Banda Aceh, Masjid Raya Baiturrahman tujuan wisatawan dalam dan luar negeri juga terlihat jelas disana.
Merasa sudah puas mutar-mutar di kapal PLTD apung. Aku melanjutkan perjalanan akhir tahunku menuju sebuah gedung megah yang berdiri disudut jalan blang padang. Gedung yang mirip dengan bentuk perahu itu dikenal dengan sebutan dengan Museum tsunami. Letak museum tsunami tidak jauh dari PLTD apung, hanya butuh beberapa menit saja untuk menuju museum tsunami dari kapal apung.
Museum tsunami selalu penuh dikunjungi oleh wisatawan. Ketika sampai di pintu museum, pengunjung akan dibawa merasakan nuansa mencekam di dalam lorong kegelapan, tidak ada lampu penerang disana, hanya terdengar sayup-sayup suara lantunan ayat suci Al-Qur’an diiringi dengan suara air yang sengaja dialiri di sisi kiri dan kanan tembok lorong yang kita lewati itu.
Setelah melewati lorong yang sangat gelap itu. Pengunjung akan bertemu dengan sebuah ruangan yang terbentang luas. Diruangan itu terdapat banyak sekali layar elektronik yang menampilkan foto-foto ketika Aceh masih berduka di saat Tsunami 2004 silam. Aku memilih tidak melihat layar elektronik tersebut. Hatiku benar-benar belum sepenuhnya kuat kehilangan kedua orang tua disaat usia aku masih terlalu muda. Aku memilih terus melangkah ke bagian atas gedung yang bewarna abu-abu itu. Jalan untuk menuju ke atas menanjak dan sedikit berkelok layaknya jalan raya. Disisi kiri jalan akses menuju ke atas terdapat sebuah ruangan yang sedikit bundar, di dinding ruangan itu terpajang nama-nama korban tsunami yang hilang entah kemana. Dibagian atas ruangan itu terdapat sebuah corong layaknya corong yang terdapat pada kapal. Jika kita menatap ke atas akan terlihat jelas di ujung corong tersebut terdapat kaligrafi nama Allah. Benar-benar sebuah gedung kelas dunia yang tidak menghilangkan ciri khas kehidupan sehari-hari orang Aceh yang terkenal kental dengan agama dan budaya. Setelah puas aku melihat-melihat ruangan yang penuh nama-nama manusia itu. Aku kembali melangkah menuju bagian atas gedung museum. Sebelum benar-benar sampai dilantai atas, pengunjung terlebih dahulu melewati sebuah jembatan beralaskan papan yang terpasang rapi yang berdindingkan kaca bening. Dibawah jembatan itu terdapat sebuah kolam yang dikelilingi oleh beton-beton bundar layaknya bola besar. Bendera-bendera dari berbagai negara juga terpasang kuat dibagian langit-langit bangunan tepat di atas jembatan. Melihat bendera itu aku menarik nafas dalam. Aku memetik pelajaran penting dari bendera-bendera kecil yang terpasang berjajar itu, pelajaran penting yang aku ambil adalah begitu pentingnya rasa persaudaraan antar umat manusia meski ada banyak perbedaan yang tidak mungkin bisa disatukan.
Di bagian atas museum pengunjung akan dimanjakan dengan berbagai alat simulasi tsunami. Dengan melihat itu kita tidak hanya mendapatkan keuntungan jalan-jalannya tetapi juga mendapatkan berbagai ilmu yang begitu sangat penting dalam menghadapi bencana alam yang bisa datang kapan saja. Museum tsunami Aceh juga terdapat sebuah rauang teather yang menampilkan video detik-detik terjadinya bencana gempa dan tsunami. Wajar saja jika para wisatawan menjadikan museum tsunami Aceh sebegai salah satu tujuan utamanya disaat berkunjung ke Provinsi yang terkenal dengan banyaknya kedai kopi itu.
Setelah beberapa jam mutar-mutar di museum tsunami. Aku kembali bergerak menuju Masjid kebanggaan rakyat Aceh yaitu Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Untuk menuju ke Masjid Raya Baiturrahman hanya butuh waktu 5 menit dari gedung museum tsunami. Disaat aku melintas jalan Blang Padang aku sempat melihat sebuah tugu yang terdapat pesawat diatasnya. Pesawat itu begitu spesial bagi rakyat Indonesia. Pesawat tersebut merupakan sumbangan rakyat Aceh untuk Republik Indonesia dalam  memperjuangkan kemerdekaan dari penjajahan Belanda.
Sepanjang perjalanan aku sangat menikmati nuansa kota yang terkenal dengan penerapan syari’at Islam itu, jalanan di kota Banda Aceh begitu luas, sangat jarang terjadi kemacetan disana. Geliat perputaran ekonomi juga begitu lancar. Pasar Aceh yang letaknya tepat dibelakang Masjid Raya Baiturrahman selalu padat dikunjungi oleh masyarakat. Tidak terasa aku sudah sampai di Masjid yang memiliki 5 kubah itu. Aku parkirkan sepeda motorku di parkiran bagian selatan Masjid, aku bergegas mengambil wudhu untuk menunaikan shalat ashar, aku sudah sangat telat untuk melaksanakan shalat ashar, jam sudah menunjukkan pukul setengah enam.
Setelah melaksanakan shalat ashar aku kembali keluar. Diluar orang begitu ramai, lebih ramai dari hari-hari sebelumnya disaat aku berkunjung ke Masjid Raya baiturrahman. Hari ini mungkin kenyamanan dan kesempatan untuk para wisatawan untuk menikmati bagian luar masjid raya Baiturrahman sedikit terganggu. Masjid Raya Baiturrahman sedang direnovasi besar-besaran dengan menelan biaya mencapai satu koma empat triliun rupiah, rencananya Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh akan memiliki parkiran di bawah tanah, di bagian depannya akan di bangun payung-payung raksasa layaknya di Masjid Nabawi Madinah. Masjid Raya Baiturrahman akan dijadikan pusat kajian Islam di serambi mekkah, proyek besar itu diperkirakan akan selesai tahun 2017 mendatang.
Meski sedang direnovasi, daya tarik masjid yang menjadi saksi bisu tumbangnya seorang jenderal belanda yang bernama Johan Harmen Rudolf Kohler ditangan pejuang Aceh pada 14 april 1873 silam tidak pudar. Masjid Baiturrahman benar-benar memiliki magnet yang sangat kuat untuk membuat setiap orang yang datang ke Aceh untuk mampir disana, tidak hanya orang yang beragama Islam saja yang mengunjungi bangunan yang akrab disapa Masjid raya itu, tetapi umat beragama lain juga banyak yang mengunjunginya meski hanya untuk sekedar foto-foto di halaman depannya saja. Halaman depan Masjid raya sebelum direnovasi memiliki keindahan yang menurut aku hampir sama dengan bangunan Taj Mahal di India. Di halaman Masjid raya terdapat sebuah menara yang menjulang tinggi, menara itu sekarang sedikit miring akibat goncangan gempa 2004 silam. Selain menara tinggi, Masjid raya juga memiliki kolam pancuran air yang berukuran sedang, jika sore hari tiba disekeliling kolam itu banyak anak-anak yang di dampingi oleh orang tuanya duduk disana, mereka tidak hanya duduk diam, tetapi mereka asik bermain-main dengan ikan air tawar yang terdapat di dalam kolam dengan cara menaburkan pakan yang dijual oleh pedagang disekitaran komplek masjid.
Bagian depan  Masjid Raya baiturrahman menjadi tempat favorit bagi pengunjung untuk berselfie ria, sangking banyaknya yang gemar selfie disana, rumput-rumput di pinggir kolam mati dengan sendirinya karena keinjak-injak oleh pengunjung yang ingin berfoto dengan latar belakang Masjid yang terdapat jam di bagian depan bangunannya itu.
Tidak terasa hari sudah hampir magrib, suara merdu lantunan ayat Al-Qur’an yang dibacakan oleh Qori mulai terdengar dari setiap sudut Masjid yang pernah dibakar oleh Belanda itu. Orang-orang yang tadinya asik dengan kegiatannya masing-masing terlihat mulai bergerak mencari tempat wudhu. Petugas Masjid terlihat memegang pengeras suara sambil menyerukan para pengunjung untuk segera bergerak mengambil air wudhu.
Sambil melangkah ketempat wudhu, aku melihat di pintu gerbang ada sebuah pemandangan menarik dan unik untuk disimak. Disana berdiri seorang petugas berpakaian satpam membagikan kain sarung kepada pengunjung wanita yang mengenakan celana yang terkesan ketat. Tidak ada pemaksaan dari petugas, pengunjung wanita dengan rela tersenyum kecil menerima kain sarung yang disodorkan oleh petugas. Mungkin bagi orang-orang yang baru datang ke Aceh hal itu sedikit aneh, tetapi tidak bagi kami orang Aceh asli. Orang Aceh sudah terbiasa dengan aturan seperti itu, karena Aceh punya aturan tersendiri untuk menjalankan syari’at Islam. Ya meskipun belum berjalan sempurna tetapi setidaknya pemerintah Aceh telah mencobanya.
Aku sudah tiba ditempat wudhu, aku segera berwudhu, azan sudah berkumandang di dalam Masjid. Aku melangkah masuk ke Masjid. Perasaan nyaman dan tenang muncul disaat menginjakkan kaki disana. Shaf-shaf shalat bagian depan sudah terisi penuh. Aku berdiri di shaf keenam bagian belakang menunggu iqamat. Masjid terus terisi oleh pengunjung yang dari tadi masih diluar. Terlihat muazin berdiri mendekati mic untuk iqamat. Orang-orang yang tadinya duduk semua bangkit untuk melaksanakan shalat magrib secara berjamaah.
Aku melangkah maju ke shaf kelima. Terdengar suara imam memerintahkan kepada jamaah semua untuk meluruskan dan merapatkan shaf sebagai kesempurnaan shalat.
lurus dan rapatkan shaf, mohon yang membawa hp untuk menonaktifkannya” begitu kata imam yang berdiri dibagian depan.
Aku menoleh kiri dan ke kanan untuk membenarkan posisi tumitku agar sejajar dengan jamaah yang berdiri disampigku. Disaat aku menoleh kekanan, aku melihat ada dua orang lelaki turki berdiri disana sambil berbisik-bisik. Salah seorang mereka menatap tajam ke arahku, aku hanya tersenyum sambil memberi aba-aba dengan tanganku agar kakinya bisa disejajarkan dengan kaki jamaah yang lain. Orang turki itu masih saja menatapku dengan wajah seperti sedang kebingungan.
“you indonesia or hindia” tiba-tiba dia melemparkan pertanyaan singkat kearahku
Aku kaget tidak menyangka dia tiba-tiba mengajak aku berbicara.
“Indonesia” jawabku singkat padat
“Masya Allah” ujarnya sambil mencolek temannya memberi tau bahwa aku asli orang Indonesia.
Aku hanya tersenyum sambil menerima ajakan salaman dari mereka berdua. Sepertinya mereka bingung dengan wajah  aku sebagai orang Aceh yang terkesan mirip dengan orang India.
Allah Akbar” Imam takbir, kami semua mengikutinya, bacaan dengan suara merdu sang imam membuat kami hanyut olehnya. Benar-benar sebuah perjalanan akhir tahun yang sangat menyenangkan. Sekian

Blog Post ini dibuat dalam rangka mengikuti Writing Project #jalan2INDONESIA yang diselenggarakan Nulisbuku.com, Storial.co, dan Walk Indies.

Friday, July 24, 2015

kiat menjadi 'warga' Panga

Sebagai warga Aceh Jaya melintasi kawasan krung sabee bukanlah sebuah hal yang jarang dilakukan, meski tidak setiap hari dalam sebulan sekali pasti ada, kemaren kebutulan jalan lintas nasional di kawasan Krung Sabee dalam kondisi putus karena diterjang banjir, sebagi alternatif masyarakat bekerjasama dengan TNI membuat jalan darurat yang sifatnya sementara sembari menunggu jembatan di jalan nasional dapat berfungsi seperti semula. Disaat melintasi jalur tersebut tentu tidak akan terhindarkan lagi kemacetan dikarenakan antrian kendaraan yang hilir mudik mengingat masih suasana lebaran, secara tidak sengaja saya melihat sebuah mobil truk yang di bagian bawah kaca terselip sebuah tulisan “anti galau”, berawal dari tulisan kecil itu otak saya mulai memikirkan tentang singkatan dari “anti Galau” lama saya mikir tetapi saya tidak menemukan singkatan yang pas, tetapi saya tidak menyerah sambil mengendarai sepeda motor saya terus memikirkan sebuah singkatan yang pas, akhirnya saya mencoba menambah kata “pemuda” di depan “anti galau” saya mulai mikir apa singkatan yang pas untuk “pemuda anti galau” otak saya mulai mutar mengikuti irama ban sepeda motor yang terus berputar, tanpa butuh banyak waktu saya menemukan sebuah singkatan yang menurut cocok untuk “ pemuda anti galau” yaitu PANGA, ( Pemuda ANti GAlau), sambil terus melaju saya tersenyum kecil sembari bergurau didalam hati ternyata kampung saya Panga memiliki kepanjangan yang cukup menggelitik walaupun terkadang saya sebagai seorang pemuda warga gampong keude PANGA pernah mengalami kegalauan juga... hehe... benar-benar sebuah singkatan yang tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan...
Ok sebagai muqaddimah saya kira cukup, berbicara pemuda sudah pasti pernah/sedang mengalami sebuah kegalauan, bisa jadi galau karena sekolah, galau karena karier, atau galau karena sulit menentukan pasangan hidup seperti teman saya Muhammad Reza. Tetapi tetap slow teman-teman semua penyakit itu ada obatnya termasuk kegalauan, dengan ‘minum’ obat tersebut insya ALLAH kita akan menjadi ‘warga’ PANGA (pemuda anti galau)....
 kira-kira apa saja sih ‘obat’ galau itu???, mari kita simak beberapa paparan singkat di bawah ini:
1.    Mendekatkan diri Kepada ALLAH
Sungguh ALLAH Maha Kuasa, Maha mendengar, ketika kita mengalami kegalauan jangan pernah berputus asa tetap yakin dan semangat karena ALLAH tidak akan menguji hambanya melebihi kapasitas kemampuan seorang hamba tersebut, ingat janji ALLAH dalam AL-Qur'an,

"Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain) dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap" (QS Al-Insyirah 5-8)

2.      Menyambung tali silaturrahmi.
Hidup ini begitu indah, kita tidak sendirian di dunia ini, kita hidup bersama-sama dengan jutaan manusia lainnya, ini semua sangat bermanfaat bagi kita, disaat pikiran buntu mengunjungi saudara di desa bukan sebuah ide yang buruk yang bisa kita lakukan. Kehadiran orang lain begitu penting dalam mengatasi kegalauan yang sedang kita alami.

3.      Bercerita sama teman.
Punya teman tidak? Tentu saja punya, carilah teman yang bisa menjaga rahasia kita, ceritakan semua permasalah/ penyebab kegalauan yang sedang kita alami, dengan dukungan dan bantuan teman kita akan bisa bangkit dari kegalauan yang sedang kita alami, tidak perlu malu untuk berbagi cerita bersama teman.

4.      Ajak tubuh anda untuk mengunjungi tempat yang belum pernah anda kunjungi.
Liburan, ya liburan.. kita perlu liburan agar pikiran kita kembali tenang dan terbebas dari yang namanya galau. Pilih tempat liburan yang sesuai dengan keadaan kantong kita, jangan berlebihan dalam memilih lokasi liburan karena bisa merusak tujuan utama untuk menghilangkan kegalauan.
"pulau Reusam di Aceh salah satu tempat wisata yang begitu mempesona tanpa menguras banyak isi dompet"
5.      Perbanyak baca Al- Qur’an.
Bukan maksud sok religius, tetapi sebagai seorang muslim harus saya akui membaca Al-Qur’an beserta maknanya benar-benar membuat pikiran jadi segar. Sungguh Al-Qur’an itu penawar segala penyakit.
Dan Kami turunkan dan Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman,”(QS Al-Israa : 82).

6.      Salurkan hobi anda.
Menyalurkan hobi adalah sebuah cara yang paling ampuh untuk mengatasi sebuah kegalauan, saya sering memperhatikan teman saya semasa kuliah di Banda Aceh Muhammad Reza, disaat ia dilanda sebuah kegalaun ia ‘melarikan diri’ ke lapangan bola untuk menyalurkan hobinya sehingga galaunya sedikit berkurang, begitu juga dengan teman yang satu lagi  Muhammad Yusuf disaat dilanda kegalauan ia sering mengambil Handphone untuk nge-ping gadis-gadis yang ada di kontak bbmnya karena ia hobi ping cewek kece... hehe peace yusuf...
Ok cukup sekian tips dari saya semoga bermanfaat dan kita menjadi ‘warga’ PANGA (pemuda anti galau ) yang kuat... Amin



Saturday, December 27, 2014

syarat mudah memperoleh ilmu

karena saya sebagai seorang mahasiswa tentu saya haus akan ilmu pengetahuan, sebenarnya meskipun tidak haus akan ilmu pengetahuan tetapi tetap saja harus cari ilmu karena dipaksa sama dosen, weeek.
didalam agama Islam menuntut ilmu merupakan kewajiban, kalau yang dikatakan wajib tentu tidak boleh tidak, menuntut ilmu tidak mesti disekolah, menuntut ilmu bisa kapan saja dan dimana saja, apalagi dizaman sekarang ini kecanggihan teknologi memudahkan kita dalam menuntut ilmu, jadi tidak ada alasan untuk tidak menuntut ilmu.
di dalam islam ternyata ada aturan sendiri loh menuntut ilmu itu, penasaran apa  saja ya aturannya. aturan pertama dalam menuntut ilmu adalah: Iklas, kenapa harus iklas? menuntut ilmu harus dengan iklas karena ilmu itu akan susah nyerap kalau yang nuntutnya punya niat yang lain bukan niat karena Allah. yang kedua: gak boleh putus asa: berputus asa dalam menuntut ilmu sangat-sangat tidak dianjurkan, karena kita memiliki kemampuan yang berbeda-beda dengan orang lain, terkadang teman kita dalam sedetik bisa hapal rumus 5 ekor, kita cuma bisa hapal setengah ekor hehehe, harus tetap berusaha dan yakin kita pasti bisa, karena dengan pembiasaan dan terus-menerus kita pelajari insya Allah kita pasti bisa SEMANGAT pokok e. yang ketiga aturan dalam menuntut ilmu adalah: hormat akan gurunya, sebagai anak didik kita harus menghormati guru kita, gak boleh lebih sangar kita daripada gurunya, teman-teman semua ingatkan di dalam islam sangat dianjurkan untuk menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang muda, apalagi kita sebagai orang aceh tentu budaya dan adat istiadat kita sangat banyak mengajarkan kita tentang nilai-nilai karakter yang baik. dan yang terakhir berhubung batere laptop saya sudah mau wafat adalah:harus berbagi ilmu yang sudah kita dapat dengan teman-teman kita, gak boleh pelit ilmu, semakin kita  banyak berbagi semakin kuat itu ilmu nempel di otak kita, tolong menolong harus dalam kebajikan jangan tolong menolong dalam berbagi kunci jawaban saat final tiba... hehehehe pengalaman terselubung...salam Fendi

Tuesday, September 9, 2014

antara penjual, pembeli dan barang



                Selamat siang temen-temen semuanya, sudah lama kita gak bertemu alhamdulillah pada hari ini kita kembali bertemu, mudah-mudahan temen-temen semua dalam keadaan sehat. Amin...Minggu ini merupakan minggu yang penuh duka buat keluarga besar jurusan tempat saya kuliah, suami tercinta ketua jurasan saya meninggal dunia, semoga Amal ibadah beliau diterima disisi-NYA. Dan buat yang ditinggalkan semoga diberikan kesabaran dan ketabahan.
            Kemudian harapan saya kepada kakak-kakak jurusan yang hebat-hebat agar kesibukannya mengurus mahasiswa yang beragam model mendapatkan pahala dan dilancarkan dalam studinya.
            Ok langsung ketujuan utama, hari ini saya ingin sedikit sok baik dan sok ceramah ya..... gak apa” kan.
            Teman-teman pernah kan jadi pembeli? Atau menjadi penjual? ternyata banyak sekali pelajaran yang kita ambil dari dunia dagang....
1.      Dari jenis barang yang dijual: ada barang yang murah meriah, yang diperlaku oleh penjualnya biasa saja, barang yang murah meriah bisa disentuh dan dilirik oleh siapa saja yang mampir di toko, dan yang lebih parahnya lagi barang yang murah bisa dites atas dicoba pake oleh siapa saja. Kemudian ada barang yang mahal, barang yang mahal jangan kan untuk dicoba, untuk dilihat secara nyata saja susah nya minta ampun, contohnya di peunayong ada yang jual hp yang canggih dan mahal, pembelinya Cuma bisa membaca spefikasinya saja, dan Cuma bisa memahami dari brosur yang terdapat di atas meja toko. Sedangkan hp yang murah anda langsung bisa mencoba dan menyentuhnya meski pada akhirnya sipembeli tidak jadi pembelinya.
2.      Pembeli, pembeli  tidak pernah ada istilah pembeli second, lebel second atau bekas pakai hanya melekat pada barang, contohnya mobil second, hp second dll... biasanya kalau udah second (udah pernah disentuh, udah pernah dipakai sama orang) kulalitasnya  gak sebagus yang baru. Pembeli tetep bisa keluar masuk toko tanpa ada lebel second pada dirinya, berbeda dengan barang yang mungkin hanya dipegang-pegang oleh calon pembeli yang kemudian tidak jadi membelinya, tidak menutup kemungkinan barang yang di pegang oleh pembeli itu lecet atau bahkan rusak.
Gak usah terlalu panjang penjelasan tentang jual beli, capek saya ngetiknya. Saya Cuma mau sampein satu pelajaran dari tulisan barusan di atas. Saya ibaratkan barang itu adalah WANITA, wanita murahan atau gampangan sangat mudah kita temui dimana-mana, wanita murahan dan gampangan sangat mudah untuk dilirik kemolekan tubuhnya dalam balutan jeans yang ketat dan baju ala JILBOOBS yang memamerkan lekuk tubuhnya, terkadang nasib wanita murahan itu sangat tragis mereka hanya mencari keuntungan sesaat atas kaum pria, padahal pada kenyataan mereka yang rugi, rugi karena dapat dilirik, disentuh bahkan di ‘pakai’, yang akhirnya mereka mendapat lebel BEKAS, MANTAN, BARANG SECOND, sedangkan si pria bebas melangkah ke toko atau barang yang lain (wanita lain) tanpa menyandang gelar SECOND... yang rugi siapa? Kalian WANITA kan?? Seharusnya buat barang yang murah (wanita murahan) harus malu ketika nanti berumah tangga, karena anda telah mempersembahkan BARANG SECOND anda buat pasangan yang sah kalian..., ingat !!!pembeli (PRIA) gak pernah menyandang gelar SECOND, gelar SECOND abadi untuk anda kaum wanita...
Tadi saya juga sempat cerita tentang barang MAHAL, jangankan untuk disentuh di liat saja susah karena ditempatkan di tempat yang tinggi, tertutup lagi aman, itulah WANITA SHALEHAH, sungguh banyak keutamaan wanita SHALEHAH, mereka bahkan mampu membuat para bidadari iri. Pesona mereka dapat mengalahkan pesona saya, eh salah maksudnya pesona WANITA SHOLEHAH dapat mengalahkan pesona para bidadari, karena mereka  sangat taat kepada ALLAH dan mengabdikan kehidupannya dengan sepenuhnya untuk SUAMI YANG SAH secara iklas dan penuh kasih sayang......
Dan pada akhirnya, keputusan ada di tangan kita masing-masing, semoga kita dapat menjadi pribadi yang mampu mengalahkan pesona para bidadari, jangan mudah terbuai dengan bujuk rayu para kaum pria seperti kebanyakan saat ini...  HARIMAU KALAU DIKASIH DAGING PASTI IA MENERKAMNYA... makanya jaga daging anda dengan sebaik-baiknya, jangan biarkan harimau liar menghabisinya..... Sekian.... efendi...

Tuesday, May 6, 2014

kalian semua hebat



            Hari ini sedikit melelahkan setelah seharian duduk di auditorium mengikuti pembekalan kuliah pengabdian masyarakat (KPM) reguler tahun 2014 ke Blang Pidie Aceh Barat Daya. Setelah mandi dan menunggu azan magrib tiba-tiba saja saya jadi ingat kedua orang tua saya. Sungguh sebuah perasaan yang sangat luar biasa bahkan melebihi perasaan di saat jatuh cinta.
            Ibu dan Ayah saya yakin kalian berdua pasti tau dan pasti selalu ingat akan tanggal 15 Juli 1991 karena dihari itulah saya lahir kedunia ini, saya tidak tau bagaimana keadaan ibu pada hari itu dan saya juga tidak tau bagaimana kebahagiaan yang terpancar diwajah ayah bahkan saya tidak tau seperti apa wajah saya sendiri disaat baru menghirup udara dunia ini tetapi yang jelas hal yang pertama yang saya lakukan adalah menangis memecah kesunyian dan satu hal lagi yang pasti saya terlahir dengan kulit hitam karena saya memang seorang pemuda yang berkulit hitam, walaupun sekarang teman-teman saya sering mengatakan seorang pria berkulit hitam manis tetapi saya tidak mempercayai itu bahkan sama sekali saya tidak mempercayai.
            6 tahun berlalu, 6 tahun yang pasti di dalamnya penuh dengan berbagai tingkah saya yang membuat kalian terkadang tersenyum dan jengkel, namun tidak pernah terdengar keluhan dan kebencian ibu dan ayah akan saya, justru di usia itu layaknya anak-anak yang lain yang akan menempuh pendidikan formal tingkat MI. Saya juga kalian sekolahkan agar menjadi anak yang hebat dan bisa diandalkan. Pada hari itu saya resmi tercatat sebagai seorang siswa di kelas 1 MIN Panga Pasi dengan nama kebesaran saya EFENDI,sebuah nama pemberian kalian  yang memiliki arti tuan atau orang yang dihoramati, semoga saja nama itu menjadi sebuah doa yang tak terbataskan yang membuat saya termotivasi menjadi seorang yang sukses dunia akhirat menjadi orang kaya akan ilmu dan harta serta baik hatinya dan yang benar-benar pantas dihormati dan disegani bukan justru menjadi orang yang dikucilkan dan dipandang sebelah mata oleh orang-orang.
            Setelah enam tahun menempuh pendidikan di MIN dengan berbagai cerita yang saya lalui didalamnya, termasuk cerita  pergi sekolah tanpa bawa uang jajan sepersenpun, cerita pakai celana yang bukan seragam sekolah dihari pertama sekolah karena belum memiliki celana seragam, cerita gampang nangis jika ditakut-takutin orang, cerita dapat pujian dari ibu diakala shalat berjamaah anak-anak yang lain berisik dan gaduh sedangkan saya sendiri waktu itu shalat dengan khusuk sehingga seorang ibu-ibu salut dan memberikan saya uang 1000 rupiah  dan masih masih banyak cerita konyol lagi lainnya bahkan cerita buang air kecil dicelana yang sungguh luar biasa kalau diingat. Kembali lagi ke hal yang ingin saya katakan, dihari pengambilan ijazah saya masih ingat sekali di waktu itu di dalam ruangan kelas 6 saya ditemanin oleh ayah untuk pengambilan ijazah tetapi saya udah lupa akan nilai saya waktu itu. setelah ijazah udah ditangan ayah, ayah menanyakan sebuah pertanyaan apakah saya ingin melanjutkan ke MTs atau ke SMP, disaat itu saya lebih memilih ke MTs karena teman baik saya waktu itu juga milih MTs dan alasan lainnya MTs sekolahnya tidak harus nyebrang jalan raya karena letaknya hampir berdekatan dengan rumah.
            Selama sekolah di MTsS panga banyak cerita yang saya lalui di dalamnya, cerita rangking saya yang gak pernah naik dan turun yang selalu di angka 9 bahkan guru saya menjuluki saya sebagai anak yang tidak pintar dan anak yang tidak bodoh, cerita menjual ikan hasil tangkapan ayah ke pasar karena ayah seorang nelayan, cerita di cabein mulut dan diikat di sarang semut karena kelakuan saya yang kasar dan berkata jorok, cerita jatuhin uang hasil jual ikan di pasar dan ini cerita yang membuat saya merasa bersalah sampai dengan hari ini karena ayah sudah mencari ikan seharian di sungai panas-panasan tetapi malah saya membuat kesalahan dengan menghilangkan uang hasil jualan ikan itu dan endingnya terpaksa hari itu kami sekeluarga makan dengan makanan seadanya, saya juga pernah mencari abu kilang padi di belakang kilang padi yang cukup besar yang kemudian saya dikasih upah oleh tetangga saya yang lumayan untuk dapat jajan keesokan harinya di sekolah, saya juga suka kumpulin kelapa orang agar dapat upah yang kemudian cukup buat beli es ketika jam istirahat sekolah, saya juga pernah membantu ibu menumpuk tepung suruhan orang di shubuh hari ketika bulan puasa demi memiliki uang di hari raya, karena saya takut tangan saya ketumbuk dengan alat tumbuk yang terbuat dari kayu besar (jeungki) ibu membuat alat khusus dari pelepak kelapa buat saya menyentuh tepung agar tangan saja selamat, ibu benar-benar perhatian akan saya,  dan saya juga pernah menjual kepiting hasil tangkapan ayah saya kepada seorang guru saya, saya antarin ke rumah sang guru, gurunya kelamaan keluar sehingga saja jenuh dan tangan saya iseng mengelus-ngelus bagian jepitan kepitingnya dan endingnya tangan saya dijepit oleh kepiting itu yang akhirnya sulit saya lepasin karena jepitannya terlalu kuat karena teralalu panik saya goyang-goyangin tangan saya sampe kepiting itu terpental jauh. Dan masih banyak cerita lainnya yang mungkin banyak terlupakan bahkan cerita itu terhenti ketika saya baru menempuh pendidikan satu semester di kelas 2 tepatnya pada hari minggu 26 Desember 2004.
            Kini setelah sembilan tahun berlalu, ibu dan ayah sudah tiada, tetapi jasa ayah dan ibu selalu saya ingat, tanpa kasih sayang ayah dan ibu saya mungkin sudah tiada, pengorbanan kalian luar baisa, ayah rela berhari hari disungai demi beberapa ekor ikan dan kepiting dengan perahu tua dan jaring seadanya, ibu juga rela numbuk tepung orang pagi-pagi buta disaat orang masih tertidur, ibu juga rela tidur diladang menjaga padi agar tidak dimakan hama babi bahkan sampai kaki ibu terkilir jatuh dari rangkang (gubuk yang terdapat disawah), sungguh kalian panutan bagi saya untuk terus melangkah tanpa mengeluh, kalian adalah guru besar bagi saya yang mengajarkan akhlak yang baik agar selalu shalat (saya masih ingat kata-kata ibu shalat nak dengan shalat fisik dan hati kamu akan bersih) dan kalian juga yang mengajarkan agar saya tidak nipu dan ngambil punya orang karena lebih baik lapar daripada kenyang dengan hasil menipu orang lain.
            Ibu dan ayah, saya yakin kalian kalian gak bisa baca tulisan ini karena kalian sudah tiada, tetapi tulisan ini sengaja saya bikin sebagai ganti curhat saya kepada kalian berdua, saya kangen untuk sekedar menyapa ayah dan ibu, tetapi saya tidak tau harus menyapa bagaimana, saya tidak peduli tulisan ini bagus atau tidaknya, saya tidak peduli tulisan ini benar atau salah penempatan titik komanya, tetapi ibu dan ayah harus tau saya hari ini baru selesai pembekalan KPM, saya juga lagi proses nyusun skripsi, saya rindu ayah dan ibu, saya rindu omelan kalian.
            Kalian tidak perlu khawatir!!! Abang-abang semua baik sama saya, mereka semua selalu dukung saya bahkan istri mereka dukung saya. Ayah dan ibu harus tau anak mu ini udah besar bahkan sudah mau lulus kuliah, ini menjadi sebuah prestasi yang luar biasa karena hanya saya yang menempuh pendidikan sampe dengan perguruan tinggi yang dulu sempat kita anggap mustahil kita raihnya. Ini semua berkat ALLAH, berkat ibu dan ayah, berkat kakak dan abang-abang, saya benar-benar tidak pantas menyombongkan diri meski kalian tidak tamat SMA karena terbentur biaya tetapi kalian mampu memberi saya pendidikan sampai dengan perguruan tinggi bahkan saya menyelesaikan pendidikan menengah atas di luar aceh... sungguh luar biasa kalian semua luar biasa... terimakasih juga buat-buat teman-teman yang selalu mendukung dan menghibur, terimakasih juga buat adik-adik yang ada di kampus yang tak dapat saya sebutkan satu persatu.... SEKIAN... FENDI..

Monday, May 5, 2014

"Keunikan Pacaran"



            Babak pertama indonesia vs myamar sudah selesai dengan skor sama kuat 1-1, daripada duduk bengong dan buka facebook mending nulis deh. Beberapa hari yang lalu saya sempat nulis tentang kelebihan tidak punya pacar, nah malam ini saya mau nulis tentang keunikan yang ada dalam dunia pacaran, bahkan menurut saya keunikan ini tidak terdapat dalam dunia yang lain. Hehehe... ok seperti biasa saya tidak akan menulis latar belakang atau muqaddimah terlalu panjang karena itu hoby atau kesukaan saya, saya kalau nulis latar belakang jadi lupa diri, suka gak habis-habis latar belakangnya, nah daripada gak habis-habis mending saya cukupin sampe disini saja, dan langsung saja ke tekapa (TKP)... bekicot:
Yang pertama – kamu mendadak gila: boleh percaya atau tidak orang yang pacaran mendadak gila.  coba deh kamu perhatiin orang yang pacaran telponan atau smsan pasti mereka suka senyam-senyum sendiri, yang lebih parahnya lagi mereka suka lupa akan jadwal makan mereka, kuping panas ngobrol berjam-jam gak terasa bagi orang pacaran, yang kasian batre hp nya dipaksakan untuk selalu on meskipun dalam keadaan normalnya hp kamu udah kehabisan daya tetapi kamu paksakan hp untuk terus hidup dengan cara kamu charger. Tidak cukup disitu kegilaan orang pacaran, ada satu lagi kegilaan yang ada di dalamnya yaitu suka cium-cium bagian bawah hp ketika udah mau mengakhiri nelpon dan ketika ada hal yang yang membanggakan dari pasangannya (yaaaank tuah... muuuuach ) hahaha bener" gila rsj zainal abidin masih kosong gak ya?



Yang kedua-mendadak pinter nyanyi: kalau ngomongin nyanyi saya jadi inget fatin hehe.. kamu boleh percaya atau gak, orang yang pacaran biasanya mendadak bisa nyanyi, hampir setiap pasangan dalam pacaran punya lagu favorit untuk dinyanyikan bersama baik lagi duduk berdua atau bahkan via telpon. Yang menjadi keunikannya adalah ketika seseorang yang tidak memiliki suara yang merdu dipaksakan untuk nyanyi maka kamu pasti tau hasilnya seperti apa, untung yang denger pacar kamu coba yang denger om ahmad dhani pasti udah di hentiin tuh hehehe, gak sah om ahmad dhani mungkin si pacar itu sendiri ketika udah putus akan muak mendengarnya.. maaf jika terlalu jujur....

Yang ketiga-mendadak pinter bahasa bahasa inggris: pleace saya mohon kamu jangan ketawa dulu, kamu renungin dulu bener atau salahnya, kalau memang bener silahkan tersenyum manis semanis saya (week mendadak pede saya) atau mau ketawa sekeras-kerasnya silahkan. Kembali ke TKP keunikan yang ketiga adalah mendadak bisa bahsa inggris, kalau dipikir-pikir heran dan geli sendiri saya, biasanya bahasa aceh saja belum pas atau bahasa indonesia masih ATT (aceh tok-tok) tapi tiba-tiba udah pinter bahasa inggris, bener-bener luar biasa sebuah kebanggan tersendiri bagi anak bangsa ini, saya khawatir pusat kursus bahasa lama-kelamaan gak laku lagi dan LDC di kampus saya harus gulung tikar karena orang-orang udah menemukan teori mudah berbahasa inggris yaitu teori pacaran hehehe... biar kamu lebih yakin saya sertain beberapa contoh bahasa inggris yang sering digunakan dalam dunia pacaran: miss you (Bukan boeh u bacanya), i love you (ini yang sering muncul dan dianggap sebuah kata keramat), good night (biasa menjelang tidur penggunaannya), nice dream,figting ( susah membacanya saya suka menyebutnya kepiting atau keriting hehe).. de el el (DLL).
Yang keempat-mendadak bodoh: astafirullah kamu fendi ngatain orang bodoh, eits jangan marah dulu saya nulis ada faktanya kok, diantara kebodohan orang pacaran adalah mereka sulit membedakan mana orang yang sudah dewasa dan mana anak kecil, buktinya orang pacaran suka manggil pasangannya baby hehe, baby? Baby itu kan artinya bayi, bayi itu kan masih pake pempes dan belum kumisan, apakah bener pasangannya masih pake pempes dan belum kumisan?? Kalo masih pake pempes pantas dipanggil baby, ini udah kumisan jenggotan (seperti saya )dipanggil baby tak patut ah, kajeut ke yah gop(udah jadi ayah orang) dipanggil baby apakata dunia? Dan yang lebih parahnya lagi orang pacaran mendadak bodoh dan merasa tidak cukup punya papa sama mama satu, mereka mau nambah punya mama atau ayah satu lagi dengan memanggil pasangannya dengan panggilan mama papa (hah? Kapan mereka nikah dengan orang tua kamu sehingga kamu panggil mereka dengan sebutan itu... hehehe sedikit aneh).. makan pake boh itek jruk (telur asin) manggil mama papa tak patut ah.....


Yang kelima (yang terakhir udah capek mas pen ngetik)- mendadak jadi security.. lansung ke contohnya saja deh, biasa kejadiannya malam-malam dan sering terjadi di tengah malam.. si cewek suka nelpon si cowoknya, cowoknya nanya ada apa nelpon tengah malam? Adek mau pipis bang (hehehe pipis sok imut, kalo saya memang asli imut yaitu item mutlak)gak berani sendirian kekamar mandi, si cowok dengan penuh pengertian menemani si cewek ke kamar mandi meski hanya via telponan. dan ini menunjukkan keunikan yang terakhir bahwa pacaran itu mendidik menjadi seorang security. pertanyaan yang patut ditanyakan sebenernya siapa sih yang eror? Si cewekkah atau si cowok, kalau menurut saya dua-dua nya eror masak temenin via telpon, emang telpon bisa bangunin si cewek yang terpeleset di kamar mandi yang gak pernah di sikat sehingga dipenuhi oleh lumut dan jamur????

Dan kesimpulan akhir yang dapat saya katakan adalah dunia pacaran itu dunia yang penuh keanehan. Alangkah indahnya masa remaja ini kita habiskan bersama keluarga kita, bersama teman-teman kita. Untuk berpacaran dengan sesungguhnya (berumah tangga) akan ada waktunya sendiri dan yakinkan bahwa jodoh itu telah ALLAH tentukan dan sungguh rencana ALLAH jauh lebih sempurna dari rencana kita manusia, masa muda seperti saaat ini manfaatkan sebaik mungkin untuk menata hati menjadi lebih baik, menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh sehingga menjadi remaja yang hebat dan berprestasi,.... SEKIAN semoga bermanfaat, sekedar informasi tambahan indonesia vs myamar berakhir dengan skor sama kuat 1-1 dan jangan lupa pertandingan  berikutnya yang akan digelar hari rabu mendatang... (efendi-fendi hamed panga)...