Selamat siang
temen-temen semuanya, sudah lama kita gak bertemu alhamdulillah pada hari ini
kita kembali bertemu, mudah-mudahan temen-temen semua dalam keadaan sehat.
Amin...Minggu ini merupakan minggu yang penuh duka buat keluarga besar jurusan
tempat saya kuliah, suami tercinta ketua jurasan saya meninggal dunia, semoga
Amal ibadah beliau diterima disisi-NYA. Dan buat yang ditinggalkan semoga
diberikan kesabaran dan ketabahan.
Kemudian harapan saya kepada
kakak-kakak jurusan yang hebat-hebat agar kesibukannya mengurus mahasiswa yang
beragam model mendapatkan pahala dan dilancarkan dalam studinya.
Ok langsung ketujuan utama, hari ini
saya ingin sedikit sok baik dan sok ceramah ya..... gak apa” kan.
Teman-teman pernah kan jadi pembeli?
Atau menjadi penjual? ternyata banyak sekali pelajaran yang kita ambil dari
dunia dagang....
1.
Dari jenis barang yang dijual: ada
barang yang murah meriah, yang diperlaku oleh penjualnya biasa saja, barang
yang murah meriah bisa disentuh dan dilirik oleh siapa saja yang mampir di
toko, dan yang lebih parahnya lagi barang yang murah bisa dites atas dicoba
pake oleh siapa saja. Kemudian ada barang yang mahal, barang yang mahal jangan
kan untuk dicoba, untuk dilihat secara nyata saja susah nya minta ampun,
contohnya di peunayong ada yang jual hp yang canggih dan mahal, pembelinya Cuma
bisa membaca spefikasinya saja, dan Cuma bisa memahami dari brosur yang
terdapat di atas meja toko. Sedangkan hp yang murah anda langsung bisa mencoba
dan menyentuhnya meski pada akhirnya sipembeli tidak jadi pembelinya.
2.
Pembeli, pembeli tidak pernah ada istilah pembeli second, lebel
second atau bekas pakai hanya melekat pada barang, contohnya mobil second, hp
second dll... biasanya kalau udah second (udah pernah disentuh, udah pernah
dipakai sama orang) kulalitasnya gak
sebagus yang baru. Pembeli tetep bisa keluar masuk toko tanpa ada lebel second
pada dirinya, berbeda dengan barang yang mungkin hanya dipegang-pegang oleh
calon pembeli yang kemudian tidak jadi membelinya, tidak menutup kemungkinan
barang yang di pegang oleh pembeli itu lecet atau bahkan rusak.
Gak
usah terlalu panjang penjelasan tentang jual beli, capek saya ngetiknya. Saya
Cuma mau sampein satu pelajaran dari tulisan barusan di atas. Saya ibaratkan
barang itu adalah WANITA, wanita murahan atau gampangan sangat mudah kita temui
dimana-mana, wanita murahan dan gampangan sangat mudah untuk dilirik kemolekan
tubuhnya dalam balutan jeans yang ketat dan baju ala JILBOOBS yang memamerkan
lekuk tubuhnya, terkadang nasib wanita murahan itu sangat tragis mereka hanya
mencari keuntungan sesaat atas kaum pria, padahal pada kenyataan mereka yang
rugi, rugi karena dapat dilirik, disentuh bahkan di ‘pakai’, yang akhirnya
mereka mendapat lebel BEKAS, MANTAN, BARANG SECOND, sedangkan si pria bebas
melangkah ke toko atau barang yang lain (wanita lain) tanpa menyandang gelar
SECOND... yang rugi siapa? Kalian WANITA kan?? Seharusnya buat barang yang
murah (wanita murahan) harus malu ketika nanti berumah tangga, karena anda
telah mempersembahkan BARANG SECOND anda buat pasangan yang sah kalian..., ingat !!!pembeli
(PRIA) gak pernah menyandang gelar SECOND, gelar SECOND abadi untuk anda kaum
wanita...
Tadi saya juga
sempat cerita tentang barang MAHAL, jangankan untuk disentuh di liat saja susah
karena ditempatkan di tempat yang tinggi, tertutup lagi aman, itulah WANITA
SHALEHAH, sungguh banyak keutamaan wanita SHALEHAH, mereka bahkan mampu membuat
para bidadari iri. Pesona mereka dapat mengalahkan pesona saya, eh salah
maksudnya pesona WANITA SHOLEHAH dapat mengalahkan pesona para bidadari, karena
mereka sangat taat kepada ALLAH dan
mengabdikan kehidupannya dengan sepenuhnya untuk SUAMI YANG SAH secara iklas
dan penuh kasih sayang......
Dan pada
akhirnya, keputusan ada di tangan kita masing-masing, semoga kita dapat menjadi
pribadi yang mampu mengalahkan pesona para bidadari, jangan mudah terbuai
dengan bujuk rayu para kaum pria seperti kebanyakan saat ini... HARIMAU KALAU DIKASIH DAGING PASTI IA
MENERKAMNYA... makanya jaga daging anda dengan sebaik-baiknya, jangan biarkan
harimau liar menghabisinya..... Sekian.... efendi...