fendihamed91_main_Blog1_1x1_as

Tuesday, September 9, 2014

antara penjual, pembeli dan barang



                Selamat siang temen-temen semuanya, sudah lama kita gak bertemu alhamdulillah pada hari ini kita kembali bertemu, mudah-mudahan temen-temen semua dalam keadaan sehat. Amin...Minggu ini merupakan minggu yang penuh duka buat keluarga besar jurusan tempat saya kuliah, suami tercinta ketua jurasan saya meninggal dunia, semoga Amal ibadah beliau diterima disisi-NYA. Dan buat yang ditinggalkan semoga diberikan kesabaran dan ketabahan.
            Kemudian harapan saya kepada kakak-kakak jurusan yang hebat-hebat agar kesibukannya mengurus mahasiswa yang beragam model mendapatkan pahala dan dilancarkan dalam studinya.
            Ok langsung ketujuan utama, hari ini saya ingin sedikit sok baik dan sok ceramah ya..... gak apa” kan.
            Teman-teman pernah kan jadi pembeli? Atau menjadi penjual? ternyata banyak sekali pelajaran yang kita ambil dari dunia dagang....
1.      Dari jenis barang yang dijual: ada barang yang murah meriah, yang diperlaku oleh penjualnya biasa saja, barang yang murah meriah bisa disentuh dan dilirik oleh siapa saja yang mampir di toko, dan yang lebih parahnya lagi barang yang murah bisa dites atas dicoba pake oleh siapa saja. Kemudian ada barang yang mahal, barang yang mahal jangan kan untuk dicoba, untuk dilihat secara nyata saja susah nya minta ampun, contohnya di peunayong ada yang jual hp yang canggih dan mahal, pembelinya Cuma bisa membaca spefikasinya saja, dan Cuma bisa memahami dari brosur yang terdapat di atas meja toko. Sedangkan hp yang murah anda langsung bisa mencoba dan menyentuhnya meski pada akhirnya sipembeli tidak jadi pembelinya.
2.      Pembeli, pembeli  tidak pernah ada istilah pembeli second, lebel second atau bekas pakai hanya melekat pada barang, contohnya mobil second, hp second dll... biasanya kalau udah second (udah pernah disentuh, udah pernah dipakai sama orang) kulalitasnya  gak sebagus yang baru. Pembeli tetep bisa keluar masuk toko tanpa ada lebel second pada dirinya, berbeda dengan barang yang mungkin hanya dipegang-pegang oleh calon pembeli yang kemudian tidak jadi membelinya, tidak menutup kemungkinan barang yang di pegang oleh pembeli itu lecet atau bahkan rusak.
Gak usah terlalu panjang penjelasan tentang jual beli, capek saya ngetiknya. Saya Cuma mau sampein satu pelajaran dari tulisan barusan di atas. Saya ibaratkan barang itu adalah WANITA, wanita murahan atau gampangan sangat mudah kita temui dimana-mana, wanita murahan dan gampangan sangat mudah untuk dilirik kemolekan tubuhnya dalam balutan jeans yang ketat dan baju ala JILBOOBS yang memamerkan lekuk tubuhnya, terkadang nasib wanita murahan itu sangat tragis mereka hanya mencari keuntungan sesaat atas kaum pria, padahal pada kenyataan mereka yang rugi, rugi karena dapat dilirik, disentuh bahkan di ‘pakai’, yang akhirnya mereka mendapat lebel BEKAS, MANTAN, BARANG SECOND, sedangkan si pria bebas melangkah ke toko atau barang yang lain (wanita lain) tanpa menyandang gelar SECOND... yang rugi siapa? Kalian WANITA kan?? Seharusnya buat barang yang murah (wanita murahan) harus malu ketika nanti berumah tangga, karena anda telah mempersembahkan BARANG SECOND anda buat pasangan yang sah kalian..., ingat !!!pembeli (PRIA) gak pernah menyandang gelar SECOND, gelar SECOND abadi untuk anda kaum wanita...
Tadi saya juga sempat cerita tentang barang MAHAL, jangankan untuk disentuh di liat saja susah karena ditempatkan di tempat yang tinggi, tertutup lagi aman, itulah WANITA SHALEHAH, sungguh banyak keutamaan wanita SHALEHAH, mereka bahkan mampu membuat para bidadari iri. Pesona mereka dapat mengalahkan pesona saya, eh salah maksudnya pesona WANITA SHOLEHAH dapat mengalahkan pesona para bidadari, karena mereka  sangat taat kepada ALLAH dan mengabdikan kehidupannya dengan sepenuhnya untuk SUAMI YANG SAH secara iklas dan penuh kasih sayang......
Dan pada akhirnya, keputusan ada di tangan kita masing-masing, semoga kita dapat menjadi pribadi yang mampu mengalahkan pesona para bidadari, jangan mudah terbuai dengan bujuk rayu para kaum pria seperti kebanyakan saat ini...  HARIMAU KALAU DIKASIH DAGING PASTI IA MENERKAMNYA... makanya jaga daging anda dengan sebaik-baiknya, jangan biarkan harimau liar menghabisinya..... Sekian.... efendi...