fendihamed91_main_Blog1_1x1_as

Friday, December 27, 2013

"Poin Penting di hari peringatan 9 tahun Tsunami"

“PELAJARAN DARI PERINGATAN 9 TAHUN TSUNAMI”
Bagi masyarakat Aceh minggu 26 Desember 2004 merupakan hari yang tak pernah terlupakan, di pagi yang sejuk suasana yang tenang tiba-tiba berubah menjadi sebuah kepanikan, gempa berkuatan yang sangat tinggi menguncang serambi mekkah, Ketika gempa berhenti wajah penuh keheranan masih terlukis di wajah warga nanggroe seramoe mekkah, belum sepenuhnya hilang rasa kepanikan akibat gempa warga kembali di kagetkan dengan suara gemuruh yang datang dari arah laut di ikuti dengan suara teriakan “ie laot ka di ek, plung plung!!!” (air laut naik, lari-lari) warga pun berhamburan lari ke daerah yang lebih tinggi dan menjauh dari arah bibir pantai, ada yang selamat tanpa tersentuh oleh terjangan ombak air laut, ada yang selamat setelah bersusah payah dalam terjangan ombak besar, ada yang mengalami luka patah dan sebagainya dan bahkan ada yang menemui ajalnya di pagi minggu itu.
            Sedih itu lah sebuah kalimat yang pantas kita katakan, bagaimana tidak dalam sekejap harta benda yang selama ini kita banggakan dan kita cintai hilang melayang, banyak anak kehilangan ibunya, kehilangan ayahnya, atau kehilangan keduanya, banyak istri yang berubah status menjadi janda, banyak suami yang harus hidup bersama anak-anaknya tanpa kehadiran seorang ibu tercinta, tetapi inilah kehendak yang Maha Kuasa yang penuh hikmah didalamnya.
            Kini (26-12-2013) 9 tahun sudah bencana dahsyat itu telah meninggalkan kita, meskipun diantara kita tumbuh besar tanpa seorang ibu, tanpa seorang ayah atau bahkan tanpa mereka keduanya disisi kita karena telah wafat ketika bencana itu menerpa tanah tercinta, kita sebagai generasi penerus tetap harus tegar, semangat dan tak kenal putus asa. Angka 9 merupakan angka yang besar, dan semoga saja kita dapat mengambil ibrah atau pelajaran dari peringatan 9 tahun tsunami tersebut. Ada beberapa pelajaran yang bisa kita ambil diantaranya adalah sebagai berikut:
 Yang pertama : Kita menyadari bahwa kita ini hamba ALLAH yang sangat kecil lagi lemah, kita tak berdaya tanpa kuasa-Nya, Tsunami telah memberi kita pengajaran bagaimana kita lemah dan sangat lemah, dalam hitungan detik semua yang kita cintai dan selama ini kita banggakan bisa hilang begitu saja, dihari itu Cuma satu pasang baju yang tersisa di badan itu pun kalau ada karena banyak korban yang kita lihat tak tersisa pakaian yang ia kenakan. Jadi dengan itu mari kita intropeksi diri, jangan pernah sombong karena sesungguhnya kita hanya titipan sesaat, jangan bangga dengan kekayaan karena kita bisa miskin dalam sekejap, jangan bangga kita punya wajah yang menawan karena bisa jadi wajah itu ALLAH ambil kapan pun yang ALLAH mau, jangan pernah kita menghina orang lain karena bisa jadi kita akan hina dalam waktu yang cepat dihadapan-Nya.

Yang Kedua : dengan momentum peringatan Sembilan tahun tsunami marilah kita menyadari diri bahwa kita tidak bisa hidup tanpa bersosial dengan orang lain, coba seandainya kita bermusuhan dengan orang lain tentu tak ada satupun yang akan menolong kita (warga aceh) disaat kita lemah tanpa daya. Ingat dengan sebuah hadits yang menyebutkan bahwa sebaik-baik orang adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain. Mulailah sekarang kita mencintai orang yang ada disekitar kita, jangan pernah ada pertengkaran di dalamnya karena sungguh damai itu sangat indah tiada tara, jadilah orang yang dengan kehadirannya tidak menjadi ‘sampah’ tetapi menjadi anugrah sebagai sebuah kebaikan buat diri sendiri, masyarakat dan juga agama.


Yang terakhir: dengan adanya tsunami (26-12-2004) kita harus terbangun dari tidur panjang kita, bahwa kita ini milik ALLAH dan akan kembali padanya, akankah kita kembali kepada-Nya dalam keadaan husnul khatimah (akhir yang baik)atau justru akan kembali dalam keadaan Suulkhatimah (akhir yang buruk). Semua akhir dari kehidupan kita yang menentukan karena kita telah diminta untuk memilih 2 pilihan antara jalan yang sesat dan selamat, semoga saja dengan momentum 9 tahun tsunami kita benar-benar terbangun bahwa setiap detik malaikat maut selalu siap untuk menarik nyawa kita… sesungguhnya setiap yang bernyawa pasti akan mengalami kematian…. SEKIAN (efendi)

Friday, December 6, 2013

malam yang penuh pelajaran

            Nulis gak ya??? Nulis saja deh soalnya udah lama banget gak pernah posting. Kali ini saya akan memposting beberapa pelajaran yang saya dapetin pada malam kamis kemaren, kira-kira pelajaran tentang apa ya?? Mmmm yang jelas bukan matematika dan bahasa inggris tenang saja hehee.
            Pelajaran yang pertama saya dapetin di komplek mesjid agung lampriet kota banda aceh… saya melihat seseorang yang masih asing di mata saya,  saya  gak tau orang itu waras atau tidak, yang jelas saya lihat orang tidur di area parkir dan ditemanin oleh selembar kain sarung lusuh, orang itu tidur dengan nyenyak tanpa bergerak ke kiri dan kekanan seolah-olah lagi tidur di atas tempat tidur yang super mahal. Jadi pelajaran yang berhasil saya tangkap adalah segala sesuatu yang kita syukuri pasti akan berasa nikmat. Subhanallah semoga kita selalu menjadi pribadi yang mensyukuri nikmatmya tanpa berkeluh kesah.

            Pelajaran yang kedua yang saya dapetin adalah usaha seorang manusia untuk menafkahi dirinya dan bahkan bisa jadi menafkahi keluarganya yang lebih dari satu orang, pelajaran ini saya dapetin di sekitaran hotel medan peunayong banda aceh, kebetulan malam itu saya sempat beli nasi di depan Rex dengan teman saya Muhammad Reza, saya melihat seorang wanita yang saya prekdisikan usia nya sekitar 25-26 tahun, wanita ini adalah seorang SPG satu perusahaan rokok yang sangat terkenal di Indonesia, dengan penuh rasa percaya diri wanita ini menawarkan rokok yang ada di tangannya untuk para kaum adam yang lagi duduk disekitaran rex dan juga kepada saya dengan ramah bertanya “ maaf bang, abang merokok? Tanya si wanita itu, dengan sedikit tersenyum saya menjawab maaf mbak saya tidak merokok, sambil mengucapkan terimakasih dan tersenyum wanita itu pun berlalu”.. LUAR BIASA mungkin itu pantas kita semua ucapkan, jika itu yang kita lakukan halal, lakukanlah tidak perlu gengsi. Yang terpenting adalah tidak menipu orang  dan mengambil punya orang lain. Lebih baik kita hidup sederhana dengan hasil jerih payah sendiri dan halal daripada tampil glamor dengan hasil menipu orang dan buah dari jalan yang tidak benar… SEKIAN …. Efendi.

lakukanlah segla hal yang kamu inginkan, selama semua itu masih halal